Ukun Rukaendi Sumbang Perak dari Para Bulu Tangkis

Jakarta: Pebulu tangkis Indonesia, Ukun Rukaendi, kembali menyumbang medali dari cabang olahraga para bulu tangkis. Ini menjadi medali ke-13 dari cabor para bulu tangkis. 

Atlet 48 tahun itu berhasil meraih perak di nomor tunggal putra SL3 setelah dikalahkan atlet India, Pramod Bhagat. Ukun kandas melalui rubber game 21-19, 15-21, dan 21-14. 

Baca juga: Ganda Putra Raih Emas, Indonesia Tembus Lima Besar

Pertandingan berlangsung ketat pada game pertama. Terbukti Pramod hanya mampu unggul tipis atas Ukun ketika interval 11-9. Sayang Ukun gagal meningkatkan performa setelah interval sehingga tumbang 21-19 pada game pertama.

Pada game kedua Ukun mencoba bangkit dan hasilnya ia unggul 4-11 di interval. Ukun terus menjaga level penampilan selepas interval dan mencuri game kedua 15-21.

Sayangnya pada game ketiga perbedaan usia Ukun dan Pramod semakin terlihat. Pramod yang berusia 30 tahun unggul 11-5 di interval. Pramod terus menjaga performanya setelah interval dan akhirnya menang 21-14.

Dengan sumbangan medali dari Ukun, Indonesia semakin nyaman bertengger di posisi kelima klasemen perolehan medali sementara. Kontingen Merah Putih mengumpulkan 35 emas, 47 perak, dan 51 perunggu. Perolehan medali Indonesia hanya tertinggal dari Tiongkok (1), Iran (2), Korea Selatan (3), dan Jepang (4).

Video: Ganda Putri Cabor Bulu Tangkis Sumbang Emas untuk Indonesia

(ASM)

Ganda Putra Raih Emas, Indonesia Tembus Lima Besar

Jakarta: Atlet ganda putra para bulu tangkis Indonesia, Dheva Andrimusthi/Hafizh Briliansyah Prawiranegara berhasil menambah koleksi medali emas Indonesa setelah mengalahkan rekan senegara mereka, Suryo Nugroho/Oddie Kurnia Dwi Listyanto Putra. 

Dheva/Hafizh yang bertanding di nomor ganda putra SU5 melawan Suryo/Oddie berhasil menang dua game langsung 21-9 dan 21-9. Ini menjadi sumbangan kedua Dheva setelah sebelumnya meraih emas di nomor tunggal putra SU5.

Secara keseluruhan, cabor bulu tangkis telah menyumbangkan 4 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Namun, perolehan ini masih bisa bertambah mengingat Indonesia masih memiliki tiga wakil di nomor tunggal putra SL3, ganda campuran SL3 SU5, dan ganda putra SL3 SL4.

Baca juga: Para Bulu Tangkis Gondol Satu Emas dan Satu Perak

Tambahan emas Dheva/Hafizh membuat Indonesia merangsek ke lima besar klasemen perolehan medali sementara Asian Para Games 2018. Tim Merah Putih berhasil menggeser posisi Uzbekistan.

Meski sama-sama meraih 35 emas, Indonesia unggul jumlah medali perak. Perak yang diraih Indonesia mencapai 45 buah, sedangkan Uzbekistan hanya membukukan 24 perak.

Secara keseluruhan Indonesia sudah mengumpulkan 131 medali dengan rincian 35 emas, 45 perak, dan 51 perunggu. Kendati demikian, perolehan medali Indonesia masih bisa bertambah dalam beberapa jam ke depan.

Video: Tim Cabor Catur Raih Total 11 Medali Emas untuk Indonesia

(ASM)

Mensos Terbawa Emosi Saksikan Semifinal Para Bulu Tangkis

Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi kegigihan yang ditunjukkan atlet para bulu tangkis Indonesia, Dheva Anrimusthi, saat menghadapi perwakilan Malaysia, Liek Hou Cheah, pada laga semifinal Asian Para Games 2018.

Dheva berhasil menaklukkan Liek melalui rubber game dengan skor 18-21, 21-14, dan 21-16 di Istora, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Oktober 2018. Dheva pun berhak lolos ke babak final.

“Kita tahu ungkapan sky is the limit, bukan hanya untuk kita yang non-disabilitas, tapi juga bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujar Mensos Agus.

“Dheva dengan mental baja dan strategi yang tepat, dia sabar sekali, sehingga bisa membalikkan keadaan. Dia tidak terburu-buru, sampai musuhnya membuat kesalahan,” ujar Mensos Agus menambahkan.
 

Pantauan Medcom.id di lokasi, Mensos Agus sangat antusias menyaksikan pertandingan tersebut. Dia larut dalam kemeriahan suporter. Tampak sesekali Mensos Agus bangkit dari kursinya untuk memberikan tepuk tangan setiap kali Dheva mendapatkan poin.

Bahkan, raut muka tegang juga terlihat ketika Dheva membutuhkan satu poin lagi untuk mengakhiri pertandingan. “Sangat tegang karena temponya naik turun. Kadang Malaysia bagus, kadang Dheva bagus. Membuat kita terbawa emosi,” tuturnya.

 

Dukungan Kemensos untuk Atlet Disabilitas

Atlet Indonesia telah berjuang keras untuk meraih medali emas sebanyak mungkin hingga berhasil melampaui target. Hingga saat ini, Indonesia mengumpulkan 30 emas.


 
Hal ini membuat Kemensos memberikan dukungan penuh kepada para atlet berprestasi agar segera dikukuhan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mensos Agus berencana segera mengkoordinasikan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Kami koordinasikan dengan Kemenpan RB, mendorong mereka yang berprestasi agar bisa diberikan semacam ‘jalan tol’ untuk dikukuhan sebagai PNS. Kalau tidak ada, Kemensos siap menampung, dengan catatan ada persetujuan dari Kemenpan RB,” katanya.

(ROS)

Para Bulu Tangkis Beregu Sumbang Emas Pertama Indonesia

Jakarta: Tim para bulu tangkis beregu putra berhasil menyumbang medali emas pertama bagi Indonesia di Asian Para Games 2018. Emas tersebut dipastikan setelah Indonesia meraih kemenangan dari Malaysia di partai final, Minggu 7 Oktober.

Tim para bulu tangkis beregu Indonesia menang dengan skor 2-1 pada pertandingan di Istora Senaya, Jakarta. Kemenangan berhasil dipersembahkan dua tunggal putra Fredy Setiawan dan Dheva Anrimusthi.

Fredy dan Dheva mempersembahkan kemenangan di partai pertama dan terakhir. Meski pada partai kedua ganda putra Hary Susanto/Hafizh Briliansyah takluk oleh pasangan Malaysia Leik Hou Cheah/Hairul Fozi Saaba.

Fredy meraih kemenangan dua game langsung dari Muhammad Norhilmie Zainudin dengan skor 21-6 dan 21-12. Membuat Indonesia berhasil membuka keunggulan 1-0 dari Malaysia di awal pertandingan.

Baca juga: Bintang Laga: Ni Nengah Widiasih ‘The Superwoman’

Sayang, kemenangan Indonesia terhambat usai pasangan Hary/Hafizh secara mengejutkan dikalahkan wakil Malaysia. Mereka bahkan takluk dua game langsung dengan skor 10-21 dan 17-21 dari Cheah/Hairul.

Beruntung Indonesia masih memiliki Dheva yang menjadi salah satu andalan di tunggal putra. Meski baru kali ini memainkan pertandingan sejak babak pertama Sabtu lalu, Dheva mampu tampil apik dan menang 21-6 dan 21-12 dari Mohammad Faris Ahmad Azri.

Kemenangan ini membuat Indonesia memastikan diri merebut medali emas pertama Asian Para Games 2018 dari cabor bulu tangkis. Pengalungan medali dilakukan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Osman Sapta Odang, Menpora Imam Nahrawi, dan CdM Asian Para Games 2018 Arminsyah.

Video: Tim Bola Voli Duduk Putri Indonesia Kalahkan Mongolia

(REN)